Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2015

Setiap manusia yang bernyawa, pasti masih punya nyawa. Setiap manusia yang sedang menikmati hidup, pasti masih hidup. Kata-kata yang gue anggap mutiara ini udah gue pikirin sejak 2 hari yang lalu. Entah apa artinya tapi keren sekali..
Terinspirasi dari silaunya kepala bapak-bapak tanpa sehelai rambut yang lebih mirip batu bacan setelah digosok, gue seketika seperti disadarkan untuk mulai menulis blog yang jarang dikomen orang; yang udah lama gue tinggalin ini.

Diantara kalian --- kecuali kamu yang selalu gagal move on dari mantan, karena mau ngapain aja pasti selalu terbayang-bayang, bikin hidup gak bisa seru-seruan karena selalu merasa kesepian kayak di hutan --- pastilah punya sebuah harapan, ekspektasi, atau expectation. Harapannya pasti yang bisa buat kalian bahagia, contohnya tetep mau romantis-romantisan, mau jalan-jalan, walau sebenernya lagi punya uang pas-pasan. Tapi kalian semua pasti pernah mengalami yang namanya harapan tidak sesuai dengan kenyataan, yang terjadi sesungguhnya adalah 'ngenes'. Rumusnya, Ngenes = Expectation > Reality.

Dan ini adalah beberapa ekspektasi dan realita yang pernah gue alamin, yang gue anggap tabu namun layak tuk diperbincangkan.

1. Ulang Tahun.
Saat itu pacar (sekarang udah jadi mantan gue) ulang tahun, pas gue ulang tahun dia kasih gue miniatur gitar yang buat gue seneng banget karena emang gue suka gitar.
Ekspektasi, dia kasih gue kado bagus kayak gitu, tentu saja dibenak gue kalo dia ulang tahun gue akan kasih hadiah yang lebih bagus dan bisa buat dia seneng lebih dari apa yang gue rasain. Mungkin semacem miniatur lumba-lumba, karena dia suka sekali sama lumba-lumba. dan tiba-tiba gue sadar, gue cuma anak sekolah yang cuma pegang duit ceban setiap harinya. Gue bingung karena emang gak pernah ada tabungan. Setelah mentok mikir keras karena emang bener-bener gak ada uang, yang terjadi sebenernya adalah...
Realita, gue pergi ke salah satu supermarket deket rumah, dengan modal 20 ribu saja, gue mau pilih boneka lumba-lumba kecil pas lihat price tag harganya 35 ribu, pandangan gue beralih ke boneka zebra kecil liat price tag 30 ribu. Ah gue mengurungkan niat untuk membeli boneka, gue keliling-keliling sampai capek, akhirnya padangan gue tertuju pada suatu kotak yang isinya cukup renyah, iya wafer tango.. Gue coba ambil wafer tango 2 kotak dengan 2 varian rasa, coklat dan stroberi.
kemudian gue bungkus pake kertas kado, setelah dibungkus mirip sekali dengan tempat sarung gajah duduk. Didalamnya gue tulis, "Maaf aku cuma bisa kasih ini, ini wafer tango, dengan dua varian rasa, rasa coklat itu melambangkan aku, rasa stroberi itu melambangkan kamu, dan setiap lapisannya yang manis itu melambangkan rasa cinta kita. Berapa lapis? Ratusan. Selamat Ulang tahun ya." Gue dateng dengan penuh rasa percaya diri, gue kasih kado gue ke dia, ringan.. sangat ringan. Gue duduk di rumahnya, lalu dia membawakan gue secangkir teh, dan.... wafer tangonya. Rasanya gue mau jadi lumba-lumba yang dia suka, setelah itu gue mau nyelam, dan gak mau nimbul-nimbul lagi.

2. Jenguk Sakit
Jengukin orang sakit itu pahalanya besar, gak bawa bingkisan aja udah dapet pahala, apalagi bawa bingkisan. Jadi ceritanya saat itu pacar (sekarang udah jadi mantan (lagi)) sedang sakit. Tentu saja siapapun ingin menjenguk seseorang dengan membawa bingkisan, dengan harapan agar yang dijenguk cepat sembuh dan kita bisa menghiburnya sejenak. Walaupun posisinya gue lagi cekcok berat sama dia saat itu, tapi bagaimanapun empati gue terlalu besar daripada ego gue, makanya niat baik itu harus tetap gue realisasikan.
Ekspektasi, gue mau jengukin dia bawain parcell buah-buahan, mungkin karena kebanyakan nonton ftv jadinya otak gue agak konslet sampe mikir kesitu. Padahal gue sadar di jaman sekolah dulu ngumpulin duit goceng aja harus rela kelaperan dan harus tahan godaan renyahnya bala-bala di jam istirahat. Dan kalian pasti nebak gue gak bisa bawain dia parcell kan? Hmm.. Tentu saja kalian benar. Dan yang terjadi sebenarnya...
Realita, gue nekat ke supermarket sampai dapet buah-buahan, gue tengok kanan kiri kira-kira buah apa yang pas untuk orang sakit, sampai mata gue terpaku pada sebuah pilihan, buah yang agak kekuningan itu biasa dipanggil buah pir. Ya gue putuskan untuk membelikannya buah pir. Gue mulai memilih dan memilah Pir tersebut, gue timang-timang, gue drible, gue jugling, sampai akhirnya dapet 10 buah. Dengan sangat percaya diri gue mulai menimbang buah tersebut agar gue tau berapa harganya. Mesin timbangan menunjukan angka Rp. 50.200, gue bengong beberapa menit.. mencoba meraba kantong yang diantaranya ada beberapa koinan. Akhirnya gue kurangi 2.. uang gue masih kurang.. Kurangi 2 lagi.. masih kurang.. Kurangi 2 lagi.. Akhirnya cukup. 4 Buah pir sudah ada ditangan gue dibungkus plastik bening yang membuat gue semakin nggak pede buat bawanya. Tapi gakpapa gue bergegas untuk segera ke rumah dia karena cuaca saat itu sudah agak mendung.
Sesampainya disana gue melihat sebuah motor terparkir dengan cantik dan menantang, entah motor siapa.. Gue ketuk pintunya, akhirya kakaknya keluar dan gue lihat dari luar sudah ada cowok yang lebih dulu menjenguknya dengan membawa buah-buahan lengkap nan istimewa, gue kasih 4 buah pir yang gue beli ke kakaknya, beserta barang-barang yang pernah dia kasih ke gue. Yang kebetulan gue udah siapin sehari sebelumnya. Gue cuma biang gini ke kakaknya, "kak, salam yaa.. Semoga cepet sembuh." Setelah itu gue pulang dan saat itu juga berakhirlah kisah gue sama dia, dan guue nggak pernah main-main lagi ke rumahnya sampai sekarang.

3. Liburan Bareng.
Liburaaaaaaaannnnnn.. setiap individu berharap menghabiskan liburan dengan melakukan hal yang menyenangkan. Salah satu temen gue ada yang mengadakan tour ke pantai bareng-bareng pake bis gitu. 2 bulan sebelum hari-H, gue putuskan untuk ikut karena hari-H pas banget gue libur panjang dan gak kemana-mana. Gue daftar 2 bangku sekaligus, satu bangku lagi untuk siapa? buat pacar (sekarang udah jadi mantan (lagi dan lagi)), gue gak pernah kasih tau kalo dia gue daftarin ikut, niatnya sih mau kasih semacem surprise. Gue mulai mencicil biaya pendaftarannya, gue sisihkan dari uang jajan gue selama 2 bulan, gue jadi jarang jajan, tapi gakpapa demi sebuah ekspektasi gue.
Ekspektasi, gue kasih dia kejutan buat gue ajak liburan ke pantai, gue yakin siapapun seneng diajak liburan ke pantai. Suap-suapan cemilan didalam bis saat perjalanan, ketiduran di bahu satu sama lain saat lelah di perjalanan, lari-larian di pinggir pantai, minum es kelapa satu berdua, berenang diiringi suara ombak sambil main air, sampai main kubur-kuburan di pasir hingga mata kelilipan dan akhirnya dimakamkan. Pokoknya harapan itu terus memotivasi gue untuk segera melunasi cicilan biaya pendaftarannya. Akhirnya lunas, dan yang terjadi sebenarnya adalah..
Realita, hari-H telah tiba!! belum pernah gue bangun tidur sesemangat saat itu. pagi-pagi sekitar jam 6 gue jemput dia di rumahnya dengan menunggangi kendaraan butut seadanya. Gue bilang ke dia kalo gue mau ajak dia ke pantai hari ini. Jujur gue menunggu wajah cerianya, tapi malah apa yang gue dapet dia malah menolak ajakan gue yang penuh tumpah darah itu. Gue mencoba membujuknya. Tapi jawabannya membuat gue berkata "Yah..." berulang-ulang kali. ternyata dia udah ada acara hari itu juga sama keluarganya. Yasudahlah gue pasrah. Memang sih keluarga lebih penting, tapi setidaknya gue cuma berharap dia bisa hargain sedikit usaha gue yang pengin buat dia seneng. Jujur gue sedih, gue pulang dari rumahnya dengan wajah sedih, supir-supir angkotpun seakan-akan ingin ngasih gue sehelai tisu. Tadinya mau seneng-seneng pas liburan malah jadi sedih. Gak sesuai apa yang gue harapkan. Diperjalanan gue duduk sendiri, bangku sebelah gue kosong, hati gue juga terasa kosong, bikin liburan gue makin gak asik. Yaudah sepanjang perjalanan gue tiduran di dua bangku yang gue sewa. Daripada mubazir.



Sebenernya masih banyak hal yang bisa gue share tentang ekspektasi dan realita ini, yang bisa buat gue belajar buat kebal sama hal-hal ngenes yang pernah gue alamin. Tapi jujur kalo hal itu gue gak alami, mungkin hidup gue terasa standart dan flat. Gue harus tetap bersyukur, begitu juga kalian yang sama ngenesnya. Karena dibalik ekspektasi yang indah, pasti ada realita yang lebih indah. Kalau masih tidak sesuai, ambil saja hikmahnya. Karena sesungguhnya bukan karena tidak bisa sesuai ekspektasi, tapi 'belum'. Bye.

Follow me @pixfow

Senin, 17 November 2014

Lo suka bete gak sih? Saat lo mulai ingin beraktivitas, udah mandi, udah rapi tapi kadang-kadang hujan tiba-tiba memupuskan semangat lo begitu aja. selain lo harus mikir gimana caranya harus tetep jalan tanpa kebasahan, ada juga hal-hal yang kadang bikin lo jadi menunda waktu berangkat lo kayak flashback, galau, inget mantan.. Halah! Pokoknya hal-hal yang tiba-tiba merusak mood lo. Memang sih kata orang hujan itu berkah tapi jujur ya buat orang yang kemana-mana naik motor kayak gue ya jadi penuh tantangan tersendiri. Gimana gak peuh tantangan, curhat sedikit tadi pagi gue jalan ke daerah tangerang menunggangi satu-satunya kendaraan ajaib gue, okelah badan udah dilindungin mantel, tapi gue gak punya helm yang ada kacanya, sehingga ketika sampai ditempat tujuan muka gue lebih mirip kebo jantan yang abis bajak sawah.
Berawal dari hujan hari ini, gue jadi kepikiran buat ngeblog hal apa aja yang biasa kita temuin saat hujan. Lesgoo..

1. Cewek Seksi Dadakan

Kenapa cewek seksi dadakan gue bahas di nomor 1, karena gue tidak mau dianggap sebagai pria yang tidak mesum. Lah. Haha.. Gak sih.. Biar lo pada betah aja baca blog ini.
Cewek Seksi Dadakan? Apaan sih tuh?
Jadi gini, saat hujan.. Dingin.. Lo pasti sering nemuin cewek yang lepek.. Rambutnya.. Bajunya.. Apalagi kalo dia cuma pake kaos/kemeja putih.. Dan lo akan liat pemandangan yang harusnya sudah masuk box office sejak lama. Pernahkah terbayang olehmu wahai pria berjuta imajinasi, kalo ada cewek lepek gitu minta dianterin pulang? Dan sebaiknya gue gak terusin pembahasan nomor satu ini, karena takutnya jadi di judge blog stesilan. Whehe...

2. Bolang

Bolang yang gue bahas disini bukan Si Bocah Petualang, tapi bolang disini adalah Bocah Bugil Belang-belang. Lo pasti sering nemuin ketika hujan, ada anak-anak kecil yang bugil-bugilan mandi hujan depan rumahnya. atau di becekan pinggir jalan. Kenapa gue sebut belang, karena gue banyak nemuuan anak kecil yang mandi hujan itu kulitnya memiliki gradasi warna hitam, coklat tua, coklat aja, dan hampir putih. Misalnya betisnya coklat banget, dengkulnya hitam, pahanya coklat aja, selangkangan hampir putih, pantatnya hitam. Entah kenapa bisa seperti itu, mungkin mamanya tidak mencuci kulit anak-anak tersebut dengan campuran rinso dan soda api.. :(

3. Cengcorang Naik Motor

Nggak....... Ini bukan mau bahas sirkus kok. Entah kenapa yang gue pikirin saat orang naik motor menghindari cipratan becekan itu kayak cengcorang ya, abis kakinya suka dinaikkin ke atas motornya dengan berbagai macam gaya dan variasi. Ada yang kakinya naik lurus kedepan, berasa naik waterboom (mungkin), ada yang dengkulnya ditekuk lebih mirip kayak anak emo galau yang senderan di tembok. Gue gak tau sih ini aneh atau nggak.. Tapi menurut gue gaya mereka naik motor lucu-lucu. :)))

4. Superman Salah Gaul

Mantel Hujan Masa Depan (Tenang.. Modelnya Masih Hidup)

Haha.. sebelum ngetik gue udah ketawa duluan.
Ini sebenernya sih masuknya hal aneh setelah hujan, tapi gue masukin kesini aja deh. Ini hal gue pernah ngalamin juga dan nyebelin banget. Jadi suatu hari gue berangkat saat hujan deres dan pake mantel hujan yang ponco. Awal berangkat sih asik-asik aja, tapi ketika di tengah perjalanan hujan pun berhenti dan tiba-tiba panas, mantel ponco lo jadi terbang-terbangan kayak jubah Superman abis nyemplung selokan, kemudian gue masuk gang kecil dimana gak ada satu orang pun yang tau kalo di daerah gue habis hujan deres, dan lama-lama gue aneh karena disitu gue adalah satu-satunya orang yang pake mantel hujan panas-panas (plus) kebasahan pula. Disitu gue gak bisa ngebedain itu gue, atau maling ayam yang ketangkep hansip, terus diguyur bensin sama warga.. Haha :)))

Segitu aja sih dari gue, sambil bengong-bengong di tempat kerjaan. Kalo ada yang mau nambahin boleh kok di kolom komen. Selamat membaca! :)



Dendi a.k.a @pixfow.

Jumat, 31 Oktober 2014

Hai.

Sapaku ke temanku. Kita baru saja bertemu setelah 2 hari terpisah. Terasa begitu sebentar. Temanku namanya Yezral. Dia suka makan serbet. Sambel Goreng Serbet pake ati ampela adalah andalannya. Lord.

Kali ini kami memutuskan untuk bertemu di salah satu restoran yang berlokasi di bibir jurang tebing curam, Islamabad. Seperti biasa, dia terlihat riang. Selalu tersenyum. Senyumnya lebar selebar Pasifik, seakan aku bisa tertelan olehnya. Selain hobi ngemil serbet, dia sangat suka karakter Inspektur Lestrade, pada Novel Sherlock Holmes.

Setelah saling berbalas senyum dan sapa, kami lekas duduk. Diam selama beberapa detik, sebelum dia mulai menceritakan pengalamnnya selama 2 hari terakhir. Dia bilang, di hari terakhir sebelum pertemuan ini, dia sudah tidak mengunyah serbet. Serbet kesayangannya yang berukuran 5,6 x 7,7 m2 sudah habis.  Dia bilang, dalam perjalanan ke restoran ini tadi, dia melihat toko serbet yang gokil.

Dia mengibaratkan Serbet Kecil seperti kue-kue lebaran. Kadang dia memakannya dengan parutan keju dan susu blender. Dia ingin mampir ke toko tersebut, namun apa daya sudah tutup. Menurut catatan di pintunya, pemilik mau keluar negeri untuk waktu yang lama.

Jadi temanku memutuskan untuk terus saja berjalan ke Restoran ini. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki pelayan Restoran. Semerbak harum bau udang rebon dan ebi mulai menggoda lubang hidungku. Aku alergi udang, tapi tidak jika sudah memakannya. Aku hanya alergi jika tidak memakan udang yang sudah dimasak dan disajikan setengah matang dengan saus mayones bertabur lada hitam dan kuah kari. Aku tidak sabar untuk menikmatinya. Senyum kemenangan seakan dapat buntut dan tiga angka yang menyeringai dari wajah temanku pun tak tertahankan. Hidangan diletakkan di meja.

Perasaan ini seperti akan membuka cadar mempelai wanita untuk kukecup keningnya. Tanpa sadar, tanganku yang berkulit sawo matang ini pun merayap ke penutup hidangan yang sudah tersaji anggun di meja. Perlahan kubuka makananku. Begitupun temanku. Dan......

Betapa terkejutnya. Ketika aku mendapati hidanganku berupa Oseng-oseng serbet dengan taburan ebi diatasnya.  Satu hidangan lainnya adalah Serbet Balado Lada Hitam dengan sedikit saus tiram. Aku terduduk. Lesu. Lapar. Dengan malasnya kutengok pelayan tadi. Kulitnya, wajahnya, matanya, mulutnya, payudaranya, bahkan perutnya terbuat dari Serbet.

Tamat. :(

Powered by: @sedangkan


Sabtu, 19 April 2014

“….Pak, Bu, saya berangkat dulu ya, do’ain biar saya sukses, bisa beli mobil kayak orang gedongan.” Kata Nasar sambil memeluk bapak ibunya dengan airmata bercampur ingus yang membuat tetangganya menguyah Antimo.

Nasar pergi menaiki angkot dari kampungnya, niatnya ingin kerja di Jakarta, mau jadi pengusaha biar bisa membiayai hidup bapak, ibu dan adiknya yang baru lulus SMP.

Sesampainya di Jakarta, Nasar, menyeka keringatnya,
 “Panas banget.. Aku mau cari kosan tapi dimana ini ya, ketutup gedung semua gimana nyarinya. Piye iki..” keluh Nasar sambil mengecek isi tasnya, Nasar takut tiba-tiba nanti dicopet kayak di FTV yang biasa dia tonton.

 Ketika melihat dompetnya dia tepaku pada suatu gambar yang sering menemaninya kala di kampung. Ya, dia Musdalifah pacarnya Nasar. Nasar mulai teringat suka duka bersama Musdalifah, mulai dari colek-colekan idung pas ditaman, sampe pelukan yang diakhiri teriakan tukang bakso malang yang minta dibayar dagangannya. Nasar tau dia bakal kangen banget sama Musdalifah, ya tapi gimana dia ke Jakarta juga buat Musdalifah, biar punya banyak uang dan kemudian melamarnya. Tekad Nasar memang sudah bulat akan keputusan ini, tapi ada yang sedikit dia sesalkan, dia sampai gak berpamitan sama Musdalifah karena saat itu dia lagi sedikit berantem sama Musdalifah hanya karena Musdalifah mergokin Nasar mengendus-endus keteknya bapaknya. Tapi untungnya dia sudah titip pesan sama Ibunya..
…..
“Mas, mas.. MAS!! Hell to the O Hellloooo!” Nasar terbangun dari lamunan ketika mendengar ada suara yang seakan memanggilnya. 
“Mas, jangan duduk disini mas, ini gerobak tape saya. Kalo beli mah gakpapa deh, lah ini bengong. Cape dorongnya tau!” Kesal tukang tape singkong.

 “Wuaduhhh! Iyo iyo iyo mas maap maap, aku kok ora sadar e. Ah piye aku ini..” Sesal Nasar. 
Nasar mulai mencari kosan, yang di Jakarta itu salah satu hal yang langka. Langkahnya terhenti pada penjual minuman, dia membeli sebotol air mineral. Air segar tersebut mengalir indah di padang pasir yang bernama tenggorokan. Tak sampai 10 menit beristirahat Nasar melanjutkan perjalananya mencari kosan sambil menendang-nendang botol air mineral yang habis diminumnya tadi. Nasar memang suka bermain bola, walau badannya agak sedikit gempal namun dia cukup berguna di lapangan untuk menggendong temannya yang habis mencetak gol. ‘What ever you say, I can’t play well but I still celebrate’ adalah moto permainannya.

Sudah berkeliling, ditemani panas dan debu, tapi masih belum ketemu, Nasar frustasi dia menendang botolnya dengan keras, 

“Prak!!!” 

“Aduh!!! Siapa yang nendang nih kampret!” Ternyata botolnya kena cewek – namanya Tasya –  yang baru keluar dari mobil. 

“Oalahhh apes kali aku ini, abis deh kena semprot si mbaknya.” Nasar segera menghampirinya sambil menundukkan kepala seraya minta maaf. 

“Maaf mbak maaf, aku gak sengaja.” 

“Lain kali hati-hati dong mas! Untung Cuma botol plastik, coba kalo tabung gas? Bisa ke rumah sakit..” Jawab Tasya, yang membuat Nasar sedikit tersenyum. 

“Ah mbaknya bisa aja, sekali lagi maaf yoo mbak.” Nasar mulai berani memandangnya.. Nasar bengong dengan mulut yang menganga cukup lebar, tiba-tiba tukang kaset dvd gerobakan memainkan lagu Glenn Fredly, ‘Terpesona ku pada pandangan pertamaaa..’  Sayup-sayup terdengar, mengiringi rambut indah Tasya yang seakan tertiup angin.

(satu jam kemudian)

“Mas.. mas.. ilernya elap mas. Lama banget bengongnya.”

Ketika Nasar ingin melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba tuh cewek manggil. “Mas mas, minta tolong dong, mobil saya mati bisa tolong cekin gak?”

 Dengan segala ilmu sotoy Nasar pun sok otak atik tuh Mobil. “Mbak, mobilnya jarang di servis ya?”

“Kok tau??”

“Soalnya Mbak pasti sibuk di kahyangan. Mbak Bidadari kan?”

“Aihhh serius, gombal deh. Hehe, by the way, Tasya.” Tasya sambil menjulurkan tangannya sambil tersenyum.

Diajak berkenalan cewek cantik, Nasar tersenyum bagai tukang cilok yang laris di SD-SD..
“Saya Nasar mbak, gara-gara dinamain Nasar saya jadi Nyasar nih mbak disini.” Curhat Nasar panjang lebar sambil mendorong mobilnya ke bengkel yang akhirnya gak sanggup Nasar benerin.

“….Oh jadi kamu merantau, butuh kosan sama kerjaan? Ngekos deket rumah aku aja, nanti kamu kerjanya di Showroom mobil papa aku. Emang sih gajinya gak besar, tapi bonusnya lumayan. Gimana?”

“MAU MBAK!!!” Nasar reflek nyiumin tangan Tasya sambil bingung Tasya sebenernya anggota MLM level diamond atau malaikat. Tasya mengelap tangannya karena jika kelamaan ingus Nasar bisa berkerak dan melubangi tangannya.

Akhirnya Nasar dapat kosan dan kerjaan yang nyaman. Beruntung sekali dia..

…..

(2 Tahun kemudian)

Nasar mulai dipercaya Papa Tasya karena kinerjanya yang bagus. Rejeki Nasar ngalir terus, mengirimi orang tuanya setiap bulan, membiayai adiknya sekolah, tapi dia inget Musdalifah, gimana kabar Musdalifah, apakah dia sudah dilamar orang lain?? Nasar mulai cemas, sedangkan disini dia semakin dekat dengan Tasya. Papanya Tasya juga udah dianggap Papanya sendiri, tak jarang Nasar minta digendong dan disuapi bubur sun.

Tapi masalahnya Nasar masih menyimpan rasa pada Musdalifah, dan tak ada rasa cinta pada Tasya yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
Nasar bingung bagaimana mengungkapkannya pada Tasya. Nasar duduk di tempat tidur sambil memandangi HP china miliknya..

Rasa kangennya pada Musdalifah tak terbendung lagi, Nasar akhirnya minta izin buat pulang sebentar ke kampung. Dia ingin menjenguk keluarganya. Nasar pulang dengan pakaian lebih rapi dari dia pergi, kemeja, dasi, dengan PD Nasar menyapa tetangganya ramah, tapi siapa yang menyangka resleting Nasar terbuka lebar, membuat tetangga di kampungnya kembali mengunyah Antimo.

“Assalamu’alaikum, pak, bu.” Sambil mengetuk pintu dengan cat rumah yang tampak masih sedikit basah. Sepertinya bapak dan ibu Nasar abis renovasi.

“Oalah! Anakku sudah jadi orang kantoran yo? Gimana enak di Kota?” Setelah basa-basi dan cerita tentang perjalanannya selama ini di Jakarta tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Nasar.

“Assalamu’alaikum..”

“Wa’alaikum salam” Nasar dengan cepat membuka pintunya.

“Musdalifah..”

“Mas Nasar.. Kamu lama sekali mas. Aku nunggu kamu disini. 5 lamaran aku tolak, bapakku sampai kesal.” Curhat Masdalifah sepenuh hati.

“Maafkan aku Musdalifah, aku pergi tanpa pesan, pulang tanpa kepastian. Tapi mendengar ceritamu sungguh aku ingin cepat-cepat melamarmu. Aku tak mau ada pria lain yang mencoba menggodamu lagi.” Ungkap Nasar persis seperti di film India.

Akhirnya Nasar dan kedua orang tuanya pergi melamar, lamaran berjalan dengan baik, bulan depan mereka akan menikah.. Nasar cukup bahagia sebelum ingat betapa tidak enaknya Nasar pada keluarga Tasya di Jakarta.
Tapi apapun itu, Nasar haruslah jadi gentleman, Nasar harus berani jujur. Tiba di Jakarta Nasar menceritakan semua tentang pertunangannya di depan keluarga Tasya dan mengundang mereka ke acara pernikahannya bulan depan.

Nasar pasrah dan menutup mata, seakan bersiap merasakan sebuah tamparan di pipinya. Tapi ternyata…. Ketika Nasar membuka matanya, Bapak, Ibu, dan Tasya tersenyum manis, saat itu nasar melihat ke bawah dan mendapati tiga buah garpu makan telah menancap di perutnya..

“DASAR GAK TAU MALU! PERGI KAMU DARI RUMAH SAYA!” Kata Papanya Tasya.
“AKU KECEWA SAMA KAMU, KAMU JAHAT!” Kata Tasya.

Nasar pulang digotong petugas ambulan..
Berifikir ini semua salahnya yang gak pernah jujur sama perasaannya, jadi ada orang yang merasa di-PHP-in, Di-kode-in, padahal diluar dari itu semua Nasar hanya mencoba setia pada Musdalifah, karena dia ada disini juga karena Musdalifah. Nasar mencoba move on, dia gak punya kerjaan lagi. Dengan perut penuh perban, Nasar pulang ke kampungnya dengan lega bercampur sedih, dan kadang menarik nafas panjang memberikan sedikit celah di hati yang sesak.
Tiba di kampung, dia cerita semuanya ke Musdalifah, khawatir Musdalifah akan kecewa dan membatalkannya karena Nasar sudah tak punya apa-apa lagi, 

Nasar pasrah..

Musdalifah tersenyum.

“Aku bangga sama kamu, mas. Kamu rela kehilangan segalanya buat aku. Mulai sekarang kita buat usaha kecil-kecilan aja disini, hidup sederhana asal bahagia.”

Nasar sadar dia gak salah pilih pasangan. Orang yang selama ini dia cinta ternyata memang selalu ada dalam keadaan apapun.

Akhirnya Nasar jualan Mie Ayam dengan modal yang tersisa ditabungannya, tentunya dengan segala ilmu marketing yang dia dapat selama bekerja di Jakarta. Tahun demi tahun, Mie Ayamnya cukup sukses, sampai memiliki cabang dan pegawai dimana-mana, hingga bisa mensejahterakan keluarga kecilnya. Nasar tersenyum lebar, kemudian mengecup kening istrinya, Musdalifah, yang sedang mengandung anaknya yang kedua.
Tak lupa dia selalu bersyukur dan berdoa untuk Tasya dan keluarganya yang telah banyak membantu dalam hidupnya.
-TAMAT-

follow @pixfow

Selasa, 26 November 2013


LDR oh LDR..

Buat ngejalanin hubungan LDR (Long Distance Relationship) tuh butuh 7 kali mikir, suka disindir, gelisah tiada akhir, malem minggu gak nelfon atau sejam gak ngabarin ketar ketir. Kenapa ya ada orang yang setia untuk LDR tanpa khawatir, padahalkan belum tentu semuanya dapat terus mengalir.

Contoh temen gue namanya Amir, dia LDR Bandung-Pondok Petir, entah kenapa dia bisa tahan LDR 3 tahun terakhir, mungkin kepercayaannya mulai terukir, padahal awalnya LDR-kan karena masalah hati yang salah parkir, tanpa mikir-mikir langsung aja anak orang ditaksir. Si Amir tiap hari beli pulsa buat ngusir kangen dihatinya yang udah mulai mampir, telfonan sampe kuping berlendir, sms-an sampe jempol mirip tutup botol bir. Tapi si Amir bahagia karena dia pikir semua ini udah takdir, walau banyak yang nyiyir, rasa sayang si Amir tetep gak bisa diusir.

Suatu saat si Amir mengunjungi pacarnya di Pondok Petir, dandan keren banget biar pacarnya tambah naksir, naek metro mini keringet udah banjir, pas sampe rumah pacarnya malah mirip vampir. Oh Amir, mau ganteng tapi malah salah tafsir. Tapi pacarnya makin sayang sama si Amir, karena perjuangannyalah yang bisa buat hatinya mampir. Pacarnya mengambilkan kopi secangkir, wajar si Amir yang berkeringat diusap pakai sapu tangan bergambar tapir. Si Amir tersenyum seraya berfikir, inilah alasan kenapa dia bertahan walau rasanya getir. Ketika bertemu, rasanya seperti tamasya ke pulau samosir. Setelah seharian melepas kangen si Amir pun melipir, pamit ke kedua orang tuanya yang katanya juragan pasir. Amir pulang dengan senyum yang terpatri di bibir...

Itulah Amir.. Jarak sejauh apapun ditempuh tanpa mikir-mikir. Rasa sayang, percaya, dan cinta sudah terukir, membuatnya kuat tanpa berfikir sedikitpun kalau hubungannya bisa saja berakhir. LDR manapun bisa seperti Amir, yang lagi ngejalanin hubungan deket-deketan juga bisa saja jadi LDR kalo emang itu takdir. Semua sudah diberi jalan masing-masing dan tak perlu khawatir. Kebahagiaan pasti mampir ke orang-orang yang ikhlas, berdoa, berjuang, dan berkorban tiada akhir...

[@pixfow]

Senin, 11 November 2013

Hello vroh. Udah lama banget ya gue gak posting. Gatel sebenernya. Tapi gimana lagi. Tugas kuliah gue lagi gak nyantai, udah lagi gue gak punya paket modem. Jadi, gue harus pinter-pinter nyempil diruangan yang terkoneksi wifi..

Kali ini gue mau cerita, dan mungkin ada yang sudah lupa sama tema ceritafikshit ya, disini gue jelasin lagi blog ini ya sekedar bacaan seru-seruan, isinya lebih banyak fiksi ya. Haha.

Okey, belakangan gue lagi 'gloomy' banget sama masalah hati gue, entah kenapa kayaknya gue lagi apes. Tapi dibalik apes itu gue dapet banget pelajarannya, pelajaran kayak apa yang gue maksud? Pelajaran mata kuliah statistika 100 SKS. Shanggup? haha nggaklah ya.. Selamat membaca!! jeng jenggg...!!!!

Belakangan ini gue lagi bosen,bosen,boseeeen banget. Sampe 3 kali gitu gue bilang bosen lo bisa bayangin mungkin bosen gue ini kayak nunggu kapan inspektur vijay di film india nyukur kumisnya. Gue bosen kenapa sih? Bosen setiap hari gak kangen siapa-siapa, gak ngucapin selamat pagi ke siapa-siapa, kalo laper atau sakit gak diperhatiin siapa-siapa, padahal selalu ngasih wejangan ke temen-temen yang pacaran, tapi kenapa gak gampang pacaran? Masih jadi misteri kenapa para single punya wejangan-wejangan super, walau sebenernya mengenaskan..

Suatu hari gue dikenalin temen gue sama seoarang cewek, ehm.. Sebut saja namanya Tasya, anaknya baik...gue aja sering dipuji 'lucu kayak anak monyet' sama dia. :')
Awal-awal gue kenal dia sih emang momentnya pas banget, kesan pertamanya dapet banget, gue nyaman, pokoknya semua yang gue lakuin sama dia itu seru. Ya karena gue juga baru kenal sih sama dia, belum tau jeleknya dia kayak gimana.. Tapi bodohnya gue, gue udah mulai sayang sama dia, bahkan sampe lupa peluang sakit pasti ada, sampe gue lupa bawa tameng untuk sekedar berlindung.

Jadi.. saat itu gue bawa dia ke salah satu konser musik, pas banget yang main Maliq and D'essentials mereka bawain lagu "pilihanku" waktu itu, gue dengan segenap kekuatan yang gue punya, memberanikan diri buat nembak saat itu. Karena gue yakin ini moment yang pas, feeling gue juga bagus dan kayaknya bakalan di terima. Yeay gue udah ngarep sedemikian rupa. Dan.. Gue nembak dia dengan kata: "Emm sya, ini lagunya enak ya? Judulnya pilihanku. Btw, Lo mau gak jadi pilihan gue?" Yak! Jantung gue... dimana jantung gue.. dimana... Gue deg-degan banget, kayak suami-suami yang ketauan selingkuh sama istrinya. Gue tatap mulutnya, berharap akan keluar kata-kata manis. Yap... Akhirnya dia membuka mulutnya, dan jawaban apakah yang gue dapet...... Dia nguap. Gue lemes. Dia cuma diem. Nampaknya agak sedikit kebingungan dan berfikir. Dalem hati gue ya sudahlah, toh gue gak mungkin juga maksa dia untuk hal ini. Karena gue sadar terlalu berambisi memiliki seseorang itu bukanlah cinta, tapi egois.

Akhirnya gue pulang.. Sesampainya di rumah sekitar jam 1 malam, gue sebentar mampir tuk berbincang. Disana gue beraniin buat nembak dia lagi. Gue keluarin kalimat ter-mainstream yang menurut gue flat banget buat nembak. "Lo mau gak jadi pacar gue?" Dia diem.. diem.. diem.. Dan tiba, tiba terdengar suara toke!! Dia mulai jawab ngikutin suara toke itu. "Toke!" Terima. "Toke!" Nggak. "Toke!" Terima. "Toke!" Nggak. "Toke!" Terima. Dan seketika hening.. Toke itu nggak bunyi lagi. Dan yang ada diotak gue saat itu adalah kalo toke itu sampe bunyi sekali lagi, gue akan cari, dan bunuh dia secara brutal! Akhirnya dia gak bunyi lagi. Dan bodohnya gue seneng.. Padahal gue diterima cuma gara-gara toke! :')
Tapi gue mencoba bertanya akan keseriusan jawaban dia. Dan dia bilang, "ya, itu jawaban emang yang aku pengenin juga." Gue sok-sok santai, cuma senyum dikit padahal dalem hati kayak dapet inbox tajir.

Sehari, dua hari, gue mesra-mesra aja layaknya pengantin baru, pulang kampus gue jemput dia kerja, kumpul bareng temen gue, ngedate.. Ya pokoknya apa yang selama ini gak ada di 'rundown' hidup gue, gue mulai jalanin itu. Hari-hari berikutnya mulai ada yang aneh, kadang dia gak mau gue jemput, alesannya sih bareng sepupu atau temen kerjanya yang searah rumahnya. Oke, gue bisa terima itu..
Sampai akhirnya gue ajak dia nonton bola bareng, karena saat itu kebetulan tim favorit gue lagi main. Gue teriak-teriakan nontonnya tapi kok dia cuma main hp, gue mulai berfikir dia bete.. Tapi gue curiga, kok segitu seriusnya sih main hape disaat ada cowoknya disebelah. Strategi 'fish-eye' gue mulai menyerang hapenya, dan apa yang gue dapet?! Dia lagi asik chatting sama mantannya. DAMN! rasanya ingin sekali gue menelan hape bersama jempolnya bulat-bulat.
Tapi gue bukan cowok tipe beringas, gue cuma santai pura-pura gak tau dan mencoba tetap menikmati pertandingan klub favorit gue.

Nobarpun telah selesai...
Gue mulai menyindir dia dengan hal-hal lucu, menggoda dia untuk jujur, sampe akhirnya dia panik, oke, gue akhirnya dapet jawaban selama ini. Ternyata dia gagal move on sama mantanya, dan selama gue gak jemput dia ternyata dijemput sama mantannya, itu info yang gue dapet dari temen kerjanya. Bagus sekali aktingnya.. *ngunyah kunci inggris*
Baru genap seminggu, dia minta gue buat jauhin dia, dengan alasan gue terlalu baik buat dia.. Ah, gue menyesali sesuatu.. Kenapa gue gak nyopet tipi pas main ke rumah lo!
Baiklah gue akhiri saja hubungan ini.. Dan kabarnya gue disuruh ngejauh karena doi mau balikan lagi sama mantannya. Good job, babe!

Gue dapet seminggu pacaran, bingung, sebenarnya ini relationship atau UTS. Tapi dibilang UTS juga gak ada salahnya sih, karena mungkin ini memanglah ujian, ujian dimana gue harus banyak belajar sebelum mengambil keputusan. Dan lo mungkin satu diantara jawaban pilihan ganda yang salah buat gue pilih. Dan kesalahan ini akan gue buat pelajaran lagi, dan sebagai pengalaman untuk tidak lupa kalo "Pilihan ganda itu sebenarnya bukan cuma memilih abjad, tapi juga memilih isi yang paling benar dari abjad tersebut." Dan semoga pelajaran ini akan sangat berharga pada saatnya gue akan menempuh 'UAS' nanti. :)


[@pixfow]

Senin, 24 Juni 2013

Cerita menarik ini dikirimkan oleh Saudara Amin. Pertama gue baca ini, gue jadi inget gue juga pernah ngerasain itu dulu. Mungkin juga lo pernah ngerasain. Mari siapkan kopi, roti dan quota yang mencukupi. Langsung aja kita simak ceritanya:

Dear Cerita Fikshit, ini cerita bukan kisah atau dongeng.. Dipaido keneng artinya boleh diabaikan.. Hmm.. Sungguh jelas dari judul yang aku tulis di atas. Sejak di SMK, Gambar Terlampir ya.. 
SMKN 11 Semarang, aku banyak menemui dan mengalami berbagi hal. Terutama masalah remaja, cinta. Tapi apakah aku yang ngedown atau nggak punya mental? 
Aku masih berpikir tentang wejangan atau nasehat bapakku. Jangan pacaran jika belum bekerja.
Setiap cewek yang aku deketin dan udah kasih respon, tau-tau temenku juga ngedeketin dia. Maklum, SMK sangat sedikit sekali ceweknya. Kalo ada yang "melek" sedikit aja langsung jadi rebutan. Hampir ada 5 kasus yang sama dan semuanya sih inceran ke adik kelas. Hahahaha... Dan aku selalu mengalah demi temenku, walau kadang aku sudah tau kalo ceweknya pasti menolak. Kerena sudah terlalu deket denganku. Jadi, temenku curhat ke aku, dan si cewek juga curhat ke aku.. Aku hanya sebagai pihak ke 3 untuk memuluskan hubungan yg akan di bangun... (Hiks.. Tisyu mana tisyu..) 
Sedih sih, tapi bahagia aku bisa lebih dekat dengan si cewek (sampe bisa tau musik favorit tukang batagor langganannya) daripada aku seumpama sebagai pacarnya belum tentu aku sebahagia ini... Itu mengapa Aku Jomblo Tapi Heppy.. Hiiihi. Tips dan trik, kalo saja jurusan multimedia di sekolahku ada sejak jamanku sekolah, pasti aku sudah mem-film-kan ceritaku sebagai tugas akhir. Tapi, multimedia / broadcasting ada setelah aku lulus. Walaupun begitu kisah ini tetap menjadi film, ya mungkin bukan dilayar kaca, tapi ku pastikan kisah ini selalu tayang di hati..



Gimana men kisah mas Amin? Pernah kayak gitu nggak? 
Dari cerita tersebut kita bisa ambil kesimpulan guys, persahabatan lebih penting daripada memenangkan ego untuk memiliki seseorang yang sebenernya kita belum tau ending-nya akan bahagia atau malah patah hati. Jadilah pribadi yang senyaman mungkin untuk teman kita, niscaya kita akan disukai banyak teman tanpa harus memaksa mereka menyukai kita. Sebuah cinta memanglah butuh kepastian, tapi disuatu sisi cinta itu sulit diprediksi, bukan kayak ftv, bukan senikmat sushi, bukan juga sesegar buah kecapi. Cinta itu anugrah jika disyukuri, menjadi hakiki. Apalagi mengalah demi teman kayak mas Amin, itu keren sob walaupun agak gatel-gatel di hati.. Hiihihii.. Tapi ya... Sudahlah..
[Dikirim Oleh @Ameans83]

Sabtu, 08 Juni 2013

Flashback ke zaman SD emang asik guys, banyak hal aneh dan lucu yang kita lakukan kalo kita inget dimasa sekarang. Main lari-larian, kuda tomplok, main karet sama bekel malah gue pernah.. Kenapa ketawa? Salah?

Gue dulu juga sering beli mainan waktu SD, gue beli anak ayam yang warna-warni, biji karet buat ngadu sama temen, komang (sejenis keong kecil dari laut) dulu gue beli juga.

Tapi lo sadar nggak, sebenernya waktu SD kita anggap semua itu mainan, padahal bukan. Mereka juga makhluk hidup sebenernya. Mari kita bayangkan seandainya mereka jadi manusia:

1. Anak Ayam.
Anak ayam yang malang, nyokapnya ngeremin telornya siang malem. Pas udah netes diambil terus dijual. Bayangin perasaan nyokapnya.. Sedih men. Kita nggak pernah tau betapa susahnya nelor, tarik nafas, tahan, tarik nafas, buang. Nelor sakit men kalo dibayangin. Kayak boker keluar batu kolar. Udah gitu apa.. Sampe di tangan si penjual si ayam dicat warna-warni, ada yang pink stabilo, ungu stabilo, hijau stabilo, kasian masih kecil udah di dandanin menor-menor. Lebih mirisnya lagi pas mau di beli anak kecil, misalnya anak kecilnya gendut, lagi makan mulutnya belepetan terus minta dibeliin anak ayam sama mamanya. "Mama, aku mau ayam itu mama.."- tunjuk si anak gendut dengan suara yang agak ngebas tanpa trebble. Kemudian semua ayampun panik, "Plis ndut, jangan gue plisss. Gue warna Pink cemen, dia aja noh yang warna Item metaaaal.. Plis jangan gue plisss.."- mohon si ayam.
"Woah, enak aja lo pink jangan gue. Ndut plis nggak usah jadi belinya, gue masih kecil makan lu banyak, nanti gue makan apaa.."- Tukas ayam lainnya.
Semua ayam panik, ciaaat ciaaattt.. Tolong-toloongggg..
Si gendutpun memilih, menurut analisa gue Umur Ayam yang dipilih si Anak ini udah nggak akan lama lagi men. Semua ayam mulai pasrah. Dipilihlah ayam yang warna merah, diberi nama Richard. Seminggu kemudian makam Richard ditemukan dibelakang rumah anak tersebut. Oh.. Malang sekali nasibnya. :'(

2. Biji karet. Diambil dari pohon karet. Biji-biji yang harusnya tumbuh menjadi pohon yang layak kini diburu untuk dijual, dan dipertandingkan secara kejam. Gue dulu sering beli biji karet, tapi sekarang gue mikir andai biji karet manusia gue kasian juga. Gue suka kalah kalo main biji karet. Gue beli gope dapet tiga dulu. Gue pilih-pilih biji karet yang bagus, gue nemuin satu biji karet yang keren sedikit berurat sepertinya dia sering angkut pasir atau semen, gue pede, gue lantik dia sebagai gacoan gue. Biji karet yang lainnya kurang bagus, tidak berurat, kayaknya dia anak komplek.
Setelah gue beli, gue ngadu sama temen gue. Gue pede dong, gue punya satu gacoan.
Biji karet tak berurat (anak-anak komplek) gue pasang duluan, jagoan kan biasanya belakangan. Biji-biji itu terlihat panik: "ah jangan gue kek yang dimainin duluan, gue belum minum susu, nanti mama gue marah kalo kulit gue lecet.."- biji karet ngeluh.
Ketika gue adu, jepret! Biji karet temen gue bilang: "Huh, segitu doang? Geli.."
Biji karet si anak komplek pun mengucapkan pesan-pesan terakhirnya.. Kini pemakamannya sudah lama nggak gue kunjungi.
Sampai pertandingan terakhir, biji karet jagoan gue juga kalah, soalnya gue lawan biji karet yang banyak uratnya. Sepertinya biji karet dia parises..

3. Kelomang ( keong laut kecil )
Ini paling kasian men, gue cuma bisa ngebahas singkat soal ini. Abisnya kasian. Lo bayangin, lo beli itu kelomang gope, terus lo pelihara, lo mainin, lo paksa dia jalan. Dan yang kejamnya tuh cara maininnya lo sengaja membiarkan dia menikmati nafas lo itu supaya dia keluar dari cangkangnya dan berjalan. Dan lo tertawa bagai manusia yang tak bersalah. Lo bayangin kalo dia jadi manusia? MANA TAHAN! -_-
Sehari atau 2 hari kemudian, biasanya kelomang keluar dari cangkangnya. Mungkin dia sadar kalo cangkangnya itu udah nggak layak lagi buat dihuni. Karena banyak udara beracun di dalamnya. Kasian..
Oh kelomangku sayang, kelomangku malang..

Itulah beberapa teman masa kecil yang bisa gue share. Semoga bermanfaat dan bisa bernostalgia sejenak. Tapi bukan ceritafikshit kalo setiap artikel nggak ada pesan didalamnya. Intinya, hargailah hal-hal lemah. Maka yang kuat akan menghargaimu, Kawan..

[@DendiM]

Minggu, 02 Juni 2013

Gue merasa tertindas di metromini ini, sempit, panas, gerah, banyak mas-mas dan mbak-mbak yang mulai beraktifitas.. Saat ini tepat jam 10, pagi menjelang siang. Gue pulang dari kampus terpaksa naik metromini, karena motor antik peninggalan bokap gue, yang biasa gue pake bocor tadi pagi.

Oiya, panggil aja gue Wawan, nama panjang gue Hendrawan Pria Manis Idaman Wanita Zaman Sekarang. Kok gitu namanya? Karena itulah arti sebuah nama.~ *kibas poni*
Ehmm gue mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Gue aseli bandung. Umur gue 24 tahun, gue ngekos didaerah fatmawati. Kenapa gue milih kuliah di Jakarta, karena gue termasuk pria yang suka tantangan, gue nggak mau pengalaman gue cuma disitu-situ aja, olehkarena itu gue sangat bertekad kesini, gue ngumpulin duit seribu-seribu dari TK buat kuliah disini, gue belajar dengan giat, guepun selalu berdo'a agar semua keinginan gue tercapai.. Sampai akhirnya gue bisa makan gado-gado. HORE!! Oke ngawur.

~~~
Dan disini cerita gue dimulai, sebenernya gue agak bete juga sih naik metromini, bukan karena gue nggak terbiasa, tapi gue nggak bisa ketemu gebetan gue pagi ini. Ah mungkin ini derita gue yang cuma bisa mandangin dia dari jauh..
Gue sebenernya cukup punya nyali kalo cuma buat kenalan sama cewek, tapi men cewek yang satu ini beda, cewek ini auranya agak ungu, hijau, dan sedikit hitam polkadot (kata mbak Citra [masih] Dunia Lain yang kebanyakan makan tahu gejrot).

Senyumnya begitu segar kayak rujak mangga muda, kulitnya putih kayak rujak bengkoang, bibirnya merah kayak sambel nasi uduk... Ah, gue jadi semakin gugup kalo ketemu dia.

Sekarang gue udah sampe rumah, dan gue bergegas nambal motor antik gue. Ya emang butut sih, tapi gue sayang.. Sama kayak cinta, walau namanya terdengar antik tapi selalu ada kasih sayang didalamnya.

Kebiasaan gue selain ngerjain tugas kuliah tiap mau tidur gue selalu mandangin foto dia yang gue jepret diem-diem di hape butut gue. Dan kali ini gue sangat bertekad buat kenalan sama dia esok hari. Karena gue mau mastiin kalo dia belum punya pacar, dan gue bisa berharap lebih.

~~~
Hari ini gue bangun pagi. Dan berharap semua berjalan sesuai rencana. Gue mandi pake sabun sampe 3 kali, pake sampo yangg kemasan 3 bungkus, dan sikat gigi 3 kali. Yakin gue udah tampil sempurna, nggak lupa gue pake minyak rambut, biar rambut gue terlihat cool kayak Jim Carrey.
Tsssaahh..
Hari ini gue pake kaos yang paling bagus, jaket yang wangi, celana jeans yang udah gue setrika, kaos kaki yang udah dicuci dan sepatu converse butut kebanggaan gue..

Si Jagur (motor antik gue yang fotonya lagi narsis diatas) seakan-akan tersenyum melihat penampilan gue pagi ini. Kalo dia bisa bicara mungkin dia akan bilang: "Majikan, akhirnya kamu sembuh.."  -_-

Jam setengah 8 gue biasa liat dia naik 'maticnya' didepan rumah sakit fatmawati, oleh karena itu gue harus berangkat jam 7an. Sekarang gue udah siap, tak lupa gue berdo'a.

Gue jalan dengan senyum sana sini, nggak lupa gue pikirin apa aja yang gue mau omongin nanti, gue gladiresik di motor, supaya hal gugup seperti ini nggak terjadi:
"Ehmm, nama kamu siapa? Rumah kamu dimana? Oh kamar mandinya dibelakang ya? Terus kamu kalo mules ee kan? Kentutnya susah nggak?"-

Sampe akhirnya gue tunggu dia didepan Mini market tempat biasa gue berpapasan sama dia.

1.. 2.. 3... Ting! Dia lewat, gue segera idupin si jagur, gue ikutin dia sambil nyengar nyengir. Tapi...
Seketika motor gue dan dia berhenti setelah di stop polisi. Ah mennn, itu Razia kendaraan bermotor. Gue sebenernya panik karena dompet gue ketinggalan! Ah, kenapa gue bisa lupa tadi.. Ulang dong ulang, tapi gue sadar ini bukan GOM player. -_-

Sementara dia ditanya polisi yang depan, guepun ditanya polisi yang lainnya, "...SIM dan STNK-nya mas.."-
"...hehe nggak bawa pak ketinggalan."
"Ah gimana sih, masa bawa motor nggak bawa SIM, mas melanggar undang-undang ini namanya.. Sebentar saya buatkan surat tilang."
"Pak... Damai deh pak."-
"Ah damai-damai, tidak bisa saya ini BPB!"-
"Apaan tuh?"-
"Bukan Polisi Biasa."-
"Ppfftttttt, pwer ranger kali.."- (ejek dalem hati gue)

Ternyata polisi yang ini bener-bener taat sama hukum, karena nggak bawa STNK juga motor guepun ditahan. Gue ngeliat cewek itu seperti tertawa, gue ngerasa aneh kenapa bisa ngobrol seakrab itu. Gue agak cemburu. Gue nyoba buat deketin, biarlah motor gue di tahan seenggaknya hati gue nggak ikutan di tahan.~
Tapi tiba-tiba Polisi yang tadi nahan motor gue nyamperin cewek itu. Dan gue sempet nelen ludah saat dia bilang: "Mamah, bawa surat-surat lengkap, kan?"-
Dia pun jawab, "Bawa kok, Pah."-

Wh..what??? Seketika kegantengan gue hari ini nggak ada artinya... Mamaaa..

Okeh... Oke.. Terjawab sudah.
Gue jalan tertunduk lesu sambil nendang-nendang botol air mineral. Motor gue di tahan, hati gue juga.. Oh cinta.. Sampai akhirnya gue duduk kembali dibangku metromini bareng mbak-mbak dan mas-mas. Gue cuma bisa bengong. Jel-jel dirambut gue udah mulai rusak. Gue kecewa tetapi dilain sisi gue bersyukur, telah diberikan jawaban sebelum berharap lebih. Ternyata selain suka nilang motor nggak bersurat, polisi juga suka nilang cinta yang nggak bersurat.
Dan gue sadar, pengorbanan aja belum cukup buat dapetin kebahagiaan, pantang menyerah, selalu beryukur, berusaha, dan satu lagi yang penting, yaitu kepastian..

"...Jagur, gue kangen sama lo.. Besok gue jemput ya..."- :')

-End-

[@DendiM]

Sabtu, 01 Desember 2012

katak yang mencoba Move On
        Setiap Jomblo punya alasan tersendiri mengapa dia Jomblo. Entah Jomblo atau Single sama ajalah ya. intinya engga punya pacar juga. 
Tapi gue bingung untuk kita yang masih muda kayak gini, ya anggaplah umur gue masih 17 tahun #nomensyen , mengapa Jomblo dikalangan kita begitu hina, gue mencoba membela para jomblo-jomblo yang menurut gue orang-orang yang beruntung ini.. kenapa gue katakan beruntung? Karena menurut gue engga ada istilah JONES, Jomblo Ngenes, Jomblo Apes, Jomblo Makan ayam kremes gak bayar terus di "peres-peres". Entah apalah itu..

        Menurut penelitian gue selama bertahun-tahun, disini gue berperan sebagai pria na'as yang selalu di campakkan wanita. ternyata eh ternyata, saat kita masih muda kayak gini, Jomlolah pilihan yang terbaik. kenapa? kita masih muda men, masih suka jajan sana sini, masih pengen ini itu, ngerasain ini itu.. 
        Jadikan masa muda ini bermanfaat, setidaknya untuk menyeleksi mana tipikal pasangan yang terbaik buat kita. kalo dari sekarang lo udah punya pacar? bagaimana cara lo menyeleksinya. sedangkan lo terikat, selalu diminta jujur, selalu diminta setia sama pasangan lo, selalu diminta selalu ada, selalu diminta cium handphone sebelem tidur, selalu diminta jangan gatel, jangan becicilan, jangan ngupil, jangan ketut, jangan garuk pantat sembarangan.. hahhh gue mah pusing. 
        Dengan cara itu mana bisa lo tau kalo diluar sana ada yang lebih baik buat lo, eh engga deh, yang lebih nyaman buat lo maksudnya. karena baik belum tentu bisa buat nyaman..

        Gue kasih tau nih ya, kalo jomblo tuh bisa jalan sama siapa aja, siska, lia, echa, icha, rohman, bambang, bebas sesuka hati lo. dan disaat itu lo bisa tau perbedaan tipikal pasangan idaman lo, dan mana yang lebih nyaman buat masa depan lo nantinya.. 
       Nah! kalo lo pacaran?? Lo jalan sama orang lain, ketauan sama pacar lo. Beruntung kalo pacar lo kalem paling dia cuma bisa nangis, pulang ke kamar nutupin muka pake bantal, tau-tau bantalnya basah.. lah kalo pacar lo nakal, liar, brutal membuat semua orang menjadi gentar, kera saktiiiiiii~ Tamat riwayat lo men, apalagi kalo bokapnya itu punya bengkel, misalnya lo di cafe gitu, tuh lo di cafe bukan di siram pake minuman kayak di tivi-tivi lagi, bisa aja air keras, atau spirtus abis itu lo di bakar buat nambel ban..

       Selain itu, Jomblo juga hemat lahir batin men, maksudnya gimana? ya dompet lo aman tanpa gengsi harus bayarin cewek lo makan, rajin beli bensin, atau beli deodoran baru. Hemat deh. Dan Jomblo hemat air mata... ta.. ta...~ Jarang galau men, mana ada jomblo sering galau, sakit hati, kecewa. mau kecewa ama siapa jomblo. 
       Jomblo kan, "Gak punya siapa-siapa tapi bisa punya siapa-siapa.." Kalo Couple, "Punya Dia, Gak bisa punya siapa-siapa.." kasian..~

       Nah pas nanti lo udah sukses, punya duit banyak, lo baru deh mulai serius, lo bisa pilih karakter pacar yang lo suka, karena sebelumnya lo udah berpengalaman.. Jadi setidaknya lo bisa terhindar dari galau akibat terlalu premature berasmara. Jarang galau, mesra, bahagia, dan menikah.. Ajiiiiipppp!!!

       Tapi ini berlaku buat tampang menengah ke atas ya, tampang menengah ke bawah gue saranin lo buru-buru cari pacar aja deh, takutnya keburu keabisan stok.. Tapi zaman sekarang kalo duit lo banyak gak apa-apa sih. Gampil kok! ;) :p

       Tingginya kualitas kejombloan seseorang berbanding lurus dengan tingginya kadar pengalaman dalam berasmara. waspadalah.. waspadalah... see you :)
[@DendiM]

Selasa, 18 September 2012


              Hai! hello! hey! Wey! Woy! Gue pengen keliatan keren pas nyapa tapi gue bingung pake kata-kata apa.. emm kalo "Hai" agak lembut ke cewek-cewean, "hello" terlalu standart.. "hey" terlalu heboh dan terkesan kurang cool.. "wey" kayak anak ABG yang terjerumus kedalam jurang ke 'alayan'.. "woy" kayak anak STM kelaperan..
              Setelah 2 hari kemudian gue putusin buat nyapa lo.... "Haaayyy Guuyyyys!" (udah ganteng belom gue?) dan lo mungkin jawab "Oh Shit! kenapa gue ada di blog gila ini lagi?"

Wellcome to Cerita Fikshit! :)

               Kali ini gue mau nostalgia ah.. waktu zaman-zaman SD gitu.. abis kenapa ya kayaknya gue tuh seneng inget masa kecil gue.. inget waktu gue dan temen-temen tergila-gila sama yang namanya F4, jadi kalo ke sekolah sok cool gitu deh, kalo jalan tangannya di masukin ke kantong, suka ngemut permen lolipop dan manjangin poni seakan-akan adalah hal yang wajib.. gue juga inget waktu gue main kejar-kejaran sama cewek yang gue suka.. namanya mawar (nama disamarkan).. gue suka ngeledekin dia gitu.. kayak gini ngeledekinnya: "mawar mawar bapanya jago silat tainya bulat-bulat dimakan rasa coklat ohh nikmat.." (setelah baca ini gue yakin mungkin di otak lo gue yang lebih freak) -___-

             Karena gue udah lama suka sama dia, semakin hari gue semakin berharap.. "oh andai mawar jadi pacar gue.. andai mawar jadi orang pertama dan yang terakhir dalam hidup gue, dan andai mawar menjadi belahan jiwa gue... pasti dia sial.." -___-
gue enggak tau ya kenapa zaman SD tuh aneh contohnya gini deh, kata temen gue yang paling brengsek didunia Perjudian SD (baca: suka licik kalo main gambaran), kata dia gini:
"Den, itu di kuku lo ada putih-putih gitu deh.."
"iya emang kenapa? kuku gue panu ya?" Jawab gue lugu.
"ingus lu mencret!! itu tandanya ada yang suka sama lo bodoooh!" sambung dia, sambil ngentit gambaran gue.
"oh gitu yaa, terus gue harus gimana?" Gue minta saran, sama dewa judi -__-
"iya kalo yg putihnya kuku jari kanan berarti ada yang suka, kalo yang kiri berarti ada yang benci.. ya lo cari tau siapa yg suka sama lo lah.."
"................." (gue natap dia, mikir keras)
"YANG JELAS BUKAN GUE!!" sambung dia, sambil lari pulang..

gue dan dewa judi yang kebelet eksis
             Semenjak itu gue jadi mikirin kata si Dewa Judi, kira-kira siapa ya yang suka sama gue, dalam hati gue, gue selalu berharap Mawarlah orangnya.. walaupun gue aneh apa hubungannya kuku putih sama cewek yang suka? tapi tetep aja gue jadi mikirin.. oh mawar benarkah kamu suka sama aku? benarkah kamu yang ada dalam mimpi aku? dan benarkah kamu yang sewa ojek Jakarta-Bali? #okesalah

              Semakin hari gue semakin penasaran, tapi apa yang harus gue lakuin.. gue bingung.. mau nanya ke temennya takut di bilang kepedean.. akhirnya gue beraniin buat main biodata-biodataan.. gue ngasih kertas unyu kalo engga salah gambarnya barbie warnanya pink. gue bilang sama mawar:

"Mawar tulis biodata kamu dong.." singkat gue.
"cieeeee" Dewa Judi nyeletuk.
"Oiya jangan lupa tulis inisial Do'i (gebetan) ya mawar.."
"oh iya iya.. " dia senyum.

         Setelah pulang sekolah Mawar ngasih kertas bio itu, dengan brutal dan lidah menjulur kayak bulldog laper ngeliat tulang gue langsung baca.. dan..

           YEAH!! inisial Gebetan di Bio itu DM, gue liat dia mukanya merah.. sambil senyum-senyum gitu.. gue tanya dia:
"Ma.. ma.. mawar, kamu ko senyum-senyum gitu.. mukanya juga merah.." gue mulai gugup.
"emm.. emm abis kamu lucu sih.." jawab dia sambil senyum.
"hehe lucu ya? makasih mawar.." (Ya Allah gue seneeeng).
"iya abis iler kamu udah nyampe leher gitu.."  sambung dia.

*krik.. krikk... krikk*

"oh .. emm iya.. hehe maaf ya.." (siapapun yang lagi baca ini, kalo lo ada disitu plis tusuk gue..) -____-

          Besoknya gue semakin berani deketin mawar, dan liburan sekolah hampir tiba.. gue gak bisa lebih lama lagi mendam perasaan ini ke mawar.. dan akhirnya gue ngeberaniin diri buat nembak mawar.. berawal dari Beliin Dewa Judi Es Mambo, terus gue suruh dia bilang ke mawar, nanti pulang sekolah suruh tunggu gue di taman..

         Bell pulangpun tiba, gue ngerasa langkah gue semakin berat dan gontai.. oh tidak, dada gue cenat-cenut kayak Morgan abis dapet pesangon dari smash..

          Langkah demi langkah akhirnya gue sampe di taman sekolah gue engga sama si Dewa Judi, walau gue engga liat dia gue tau dia lagi ngintip entah dimana..

"Mawar maaf ya u.. u.. udah nunggu.."
"gapapa ko, oiya katanya tadi ada yang mau di omongin.. apa?"
"emmmmm... aku.. aku..."
"kamu suka sama aku kan?"
"hah??? kkk.. ko..ko... kamu tau sih?!!"
"iya temen kamu tadi cerita semua ke aku.."
dalem hati gue, bangsat si Dewa Judi..
"emm iya.. kamu mau gak jadi pacar aku?"
"maaf ya aku belum boleh pacaran sama mama, kita temenan aja ya.. tapi temen deket.."
"te.. teruss yang inisial gebetan di bio kamu DM itu siapa?"
"ohh itu, itu sih Damian hamster aku di rumah, dia udah aku anggap kayak gebetan aku.."
"oh gitu.."
"kamu nangis ya?"
"engga kok"
"kok matanya basah?"
"iya matanya ngompol.. yaudah aku pulang ya.. daaah mawar.."

         Sampe di rumah gue tetep cool, makan siang tetep cool, sampe kamar..... seakan-akan gue enggak mau sekolah lagi, hidup gue hancur.. malu juga, patah hati juga.... mamaaaaa :(

         Lo masih inget gak zaman SD kalo cari simpati sama cewe yang kita suka biasanya kita ngelakuin apa? dulu gue pas abis di tolak mawar, besoknya gue masuk, pake plaster (handsaplast) di jidat, padahal enggak ada luka.. jalannya juga sok agak-agak pincang gitu.. berharap mawar simpati sama gue.. tapi gagal, dia tetep cuek.. yasudahlah.. :(

         Gue pikir ada benernya juga mawar ya.. cinta gak harus selalu saling memiliki, namun cinta akan terasa sempurna jika saling memiliki.. biar deh perasaan ini gue simpen aja.. gue nikmatin aja.. (dari SD gue udah belajar Move On)

         Liburan sekolahpun tiba.. otomatis gue gak bisa ketemu mawar setiap hari.. bulu mata guepun hampir habis karena kangen sama mawar..
gue engga ngerti ya apa hubungannya bulu mata rontok sama kangen, apa hubungannya coba.. terus ada lagi kalo ada kedutan dimata tandanya ada yang ngangenin.. terus ada lagi kalo keselek atau bersin-bersin berarti ada yang ngomongin.. sebenernya siapa sih orang yang pertama buat Mitos ini? -_-
jangan-jangan kalo bulu mata udah abis karena kangen nanti jadi bulu ketek yang rontok..

          hari demi hari berlalu.. dan di liburan gue kali ini gue sering berandai-andai.. oh mawar coba aja dulu kamu nerima aku.. pasti sekarang aku lagi main sama kamu.. terus aku minta sehelai rambut kamu buat aku iket di rambut aku terus aku taro dompet.. kata orang-orang sih biar langgeng.. (inget gak waktu dulu SD ada ritual aneh kayak gitu?)
tapi.. kamu engga nerima aku.. masa pertama kali suka cewe aku langsung di tolak sih.. engga ganteng banget..

         tapi gak apa deh, semua pasti ada hikmahnya.. kayak Bunga mawar di taman sekolah, walau engga boleh aku petik karena punya sekolah.. tapi.. aku tetep bisa liat ko.. walau hanya sekedar memandang keindahannya, bagi aku itu udah cukup.. :)
[Dendi]

Rabu, 11 Juli 2012

           Pengen rasanya gue ngatain diri sendiri, apa-apa gak bisa mandiri, ini itu tanya sana sini, mau ngerjain apa-apa mentoknya di hati, oh kenapa begini..
            mungkin karena saat ini gue masih sendiri, ngerasa sepi tanpa ada yang menemani, liat acara tivi mesra-mesraan gak tau diri, ke tempat makan suap-suapan tanpa toleransi, main ketempat temen liat dia cipika-cipiki, walau sama banci oh tetep dia gak peduli, mungkin karena dia takut kalo mesti sendiri.. mungkin karena perempuan juga gak mau sama do'i..
            gue cuma bisa melindungi diri jangan sampai gue terjerumus hal seperti ini.. jadi homo gak tau diri, dipinjem om-om di malam hari.. ihh jijik.. mendingan jomblo sampe mati, dari pada gak bisa kentut jadi ribet sendiri.. tapi kenapa yang lain berani, mungkin dia lebih memilih jalan kayak kera sakti, gak bisa rapet kaki yang kanan sama yang kiri, mungkin karena di sodok setiap hari.. ihhh ngeri...
           sebenernya apa sih yang mereka cari, uang gak bisa membeli jati diri, tunjukan bahwa kamu lelaki, cintailah perempuan dengan cinta yang suci.. tempatkan mereka di istana hati.. jadikanlah dia sebagai permata indah yang wajib di lindungi, tak sembarang orang menyentuh karena tersimpan rapi dalam kaca yang bening dan murni..
           begitu juga perempuan masa kini, cintailah lelaki jangan hanya karena materi.. materi tak menjamin kamu mendapat lelaki sejati, lelaki yang bertanggung jawab dan gagah berani.. lelaki yang melindungimu di siang dan di malam hari.. hansip kaliiiii....
           tunjukanlah bahwa kamu wanita yang patut di cintai, hargailah lelaki yang kamu sayangi, niscaya kamu akan di ajak makan sushie atau paling mentok ya soto mie.. kalo beruntung di beliin blackberry.. kalo gak beruntung esia ngocehpun jadi.. semua tergantung hoki..
           kalo udah rezeki gak akan lari.. teruslah berdo'a pada ilahi, semoga dapet jodoh sesuai yang kamu idam-idamkan dalam hati.. jangan kerjaannya ngeluh mulu setiap hari.. di putusin pacar nangis gak berenti-berenti, pacar gak ada kabar banting hape sampe batre copot sendiri, ujung-ujungnya sensi.. temen main manyun mulu kayak boneka babi, disinggung sedikit mata temen biru kanan kiri, di ledekin bisul temen pecah sendiri, dikatain se-isi rumah ngumpet dalem lemari.. ihh ngeri.. ko sampe segitunya sii, padahalkan masih banyak yang masih sendiri.. contohnya gue disini.. promo ah sedikit itung-itung investasi.. semoga gak mengganggu mata sang pembaca di posting kali ini..
           gue pernah sih deket sama cewek pada bulan juni, disitu gue udah hampir jadi.. eh karena gue engga berani, padahal tinggal selangkah lagi, ngajak pacaran dan gue engga sendiri lagi.. ah apa yang terjadi, dia keburu hilang di ambil lionel messi, loh ko lionel messi? abis apalagi.. cuma dia yang selevel sama gue sih.. masa mario balotelli? emang ceweknya cakep si, tapi rela bagi-bagi? ah saat itu gue nyesel sendiri, mungkin gue kurang berambisi, andai saja gue bisa lebih berani, mugkin gue udah punya pacar saat ini.. gue dapet pelajaran disini, jangan lama-lama PDKT sama orang yang kita sayangi, karena bisa aja angkot yang kita mau naiki diserobot orang gak tau diri.. mungkin bukan orangnya yang gak tau diri, mungkin guenya yang kurang amunisi, sampe gak siap nembak padahal target udah tepat pada posisi..
ah jadi sedih sendiri.. elu siiiii....gue cuma bisa bilang sama dia dalem hati.. mungkin lo gak sempet gue miliki namun lo pernah mengisi hati gue walau hanya di bulan juni.. gue harap lo pun tau ini karena gue gak akan ganggu lo lagi.. semoga lo bahagia dengan cowo yg lo pilih saat ini..
         ujung-ujungnya gue sendiri lagi, cuma bisa nemenin hansip ronda di malem hari, kalo ada maling gue pukulin ah sampe mati.. abis gue tau banget rasanya kalo di curi, apalagi masalah hati.. ah jadi kesel sendiri.. dasar mafia hati.. ku tunggu kau di pos ronda hati ini...
        ah udah ngantuk nih, lama-lama jadi ngaco sendiri, besok harus kerja pagi jadi harus pasang alarm jam 5 pagi.. hohmmmmmm, selamat pagiiiiiii... ko selamat pagi.. iya abis kalo selamat malam jadi gak nyambung siii... hihihihihihi.... [Dendi]

Selasa, 10 Juli 2012

        Single.. *uhuk!* kenapa ya ada kata single? yaa kalo engga ada single lo gak bakal tau gimana rasanya couple.. karena kedua kata inilah terlihat ada status yang berbeda..
       pernah ada yang nanya sama gue, "eh ko lo bisa sih single menahun gitu?" gue bilang, "maaf hati gue masih terlalu premature buat disakitin.." jawab gue santai.. jawaban seperti itu membuat jati diri lo fitness men, otot jatidiri lo jadi kenceng bahkan terlihat sixspack.. padahal yang sebenernya kisah gue hanya berakhir pahit, lebih pahit dari orang yang makan pare 4 kwintal.. kalo engga diputusin terus di caci maki yaaa di paling di selingkuhin, engga di tonjok selingkuhannya juga udah bagus..
      "terus ko betah si single?" ya karena gue bisa nabung haha, dan karena menurut gue single bukan kesepian yang dapat membunuh gue, lo masih punya sahabat, temen, musuh, hansip yang setia nemenin lo tiap ronda.. dan buat lo para single atau yang udah mau single *hihi kompor* kalo lo mau betah berlama-lama single sampai ATM lo penuh buat cari cewek yang pas di ajak nikah, lo ikutin cara ini :

1. Jangan Simpen Foto Mantan
       hal ini bahaya pren, ini bisa ngebuat lo kangen, apalagi ada foto berduanya.. hiiiiiiii... pasti nih ya, lo bakal pengen lagi tuh yang namanya pacaran.. jangan oke?? bakar aja kalo bisa atau kumpulin tuker gelas di tukang abu gosok..

2. Unfollow Couple Yang Suka Mesra-Mesraan Di TimeLine
      Nah!!! ini nih hal yang gue benci, gue buka twitter pagi, liat timeline ada dia lagi mesra-mesraan. gue buka twitter siang, liat timeline ada dia lagi. gue buka twitter sore, liat timeline ada dia. gue buka twitter malem, liat timeline engga bisa pulsa gue abis, beliin dong? -___- sebenernya sms kan bisa atau DM gitu, kenapa di timeline?? gue kan bisa liat, contoh "Mu UciEh ChaiiAnK, cHaiiAnK Uda Mam LuNd? RT @cELaLuCeRia AkU cHaiiAnk KamU CeLaManYahhh.." semoga abis baca itu mata lo engga memuncratkan lahar..

3. Bawa HandsFree / Penutup Kuping Lainya
      ini menghindari saat ada temen lo yang agak banci cerita tentang ceweknya berlebihan, contoh "eh tau gak sih lo cyiiiiinn, semalem do'i nyium gue, abis itu jilat-jilat lobang idung gue, eh terus ya dia peluk gue, katanya gue adalah superheronya dia.. ih seneng deh gue cyiiin..." untuk menghindari ini lo pasang handsfree dan putar lagu dengan volume yang bisa menenggelamkan suara temen lo yang hina itu.. dalem hati lo bilang, " hah? di peluk? di cium? di jilat lobang idungnya? paling abis itu minta di bayarin makan.. hah? superhero? HULK kaleeee..."

4. Bawa Sapu Tangan
     "ko bawa sapu tangan?? ingus lagi engga bertamu di hidung gue.." bukan, bukan buat ngelap ingus tapi buat jaga-jaga saat lo nongkrong di tempat makan atau di tempat yang banyak setannya dan menemui ada couple yang lagi suap-suapan.. lo pake deh sapu tangan buat nutupin mata lo dari hal-hal yang berbau maksiat (makan singkong di jilat-jilat) hem hemmm.. *kapan abisnya ya makan singkong di jilat?*

5. Bawa Dongkrak
     ini di gunakan kalo lo liat ada pasangan yang terlau nempel duduknya atau lagi pelukan, caranya lo secara diam-diam mendekati dia *gaya tentara penyelundup* *pake coretan di muka* lalu lo pasang dongkrak diantara keduanya, lalu lo puter dongkrak itu sekuat tenang lo, hiyaaaattttttttttttttttttt!!!!!!!! gue pernah nyoba cara ini dan yg pacaran bilang, "ngapain lay? disini engga ada ban yang bocor.." dengan santainya dia ngomong kayak gitu.. muka gue merah, jati diri gue hampir punah, jantung gue melemah, harapan gue musnah, liat mukanya hampir muntah, oh.... ada yang bisa dongkrak jati diri gue gak... -___-

6. Bawa Kulkas
     Sesulit apapun lo usahakanlah bawa kulkas, ya minimal 1 pintu, 2 pintu lebih bagus.. kulkas ini di gunakan pada saat cara diatas udah gagal semua, gagal buat lo betah jadi single berkualitas dan gagal buat lo jadi pengupil profesional *eh* maka lo lakuin hal yang absurd ini.. selain dapat mendinginkan kepala lo, lo juga bisa ambil cemilan didalemnya kalo laper, atau kalo semua masih buat lo kesel timpuklah kepala para couple dengan kulkas.. alhasil, gak ada lagi pemandangan yang mengganggu otak terutama hati lo itu.. dikutip dari "1001 cara terbaik membunuh Naga Liar.."

      Itulah cara-cara yang membuka peluang kalian untuk menjadi ABG tua.. Untuk kalian para single semoga bisa menambah wawasan dan memperlama status "single" kalian heahaha, karena sesungguhnya "Single itu seperti isi ATM yang gak sembarang orang bisa buka.." *super sekali* *monyetpun bertepuk tangan dengan meriah* [Dendi]

Rabu, 04 Juli 2012

Penulis : Dendi Maulana

        Nama gue Riko, gue salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri di Jakarta. gue anaknya biasa-biasa aja, gue bukan anak band, bukan anak shuffle, bukan anak gaul, gue cuma anak bawang waktu main petak umpet di deket kelurahan.
          gue punya pacar namanya fany, INGET!! bukan fany fadillah yg jadi ucup di bajaj bajuri -____-
dulu gue kenalan sama fany di metromini, saat itu dia cuma pake handuk *eh sori enggalah* saat itu dia pulang dari kampus, ya seperti cowo gentle dan normal lainnya gue..... engga berani kenalan, gue takut, gue cupu, gue ke WC aja di anterin sama adik gue.. jadi gue cuma bisa curi pandang ke dia, berharap mendapatkan senyumnya. dalam metromini gue menghayal, andai fany jadi pacar gue, dia engga perlu naik metromini, kasian cewe secantik dia naik metromini sendirian, pulang pergi bakalan gue jemput, gue buat dia semewah dan senyaman mungkin.. naik bajaj langganan gue..
             anyway, saat itu hasrat gue menggebu-gebu karena takut nyesel kalo engga kenalan, kemauan gue buat kenalan mengalahkan ketakutan yg seakan ikut meninju nalar gue, tapi gimana caranya supaya kenalan gue berkesan dan keliatan keren? gue berfikir, berfikir keras.. akhirnya gue dapet ide cemerlang, secemerlang wajahnya yg terus menyinari hati gue.. ehm kiuwww..
                kebetulan metromini lagi agak rame, saat itu dia engga kebagian tempat duduk dalem metro sama kayak gue, depan gue ada pemuda berponi indah memakai kemeja kotak-kotak pink hijau, kalo gue liat sih orang ini tipikal pemuda yg suka memesan air mineral di cafe lalu foto untuk di upload ke FB, atau yg suka nempel di mobil orang yg lagi parkir lalu foto dan dibuat foto profil di FB, anyway siapapun dia gue akan manfaatkan dia sekarang HUAHAHAHA *keluar tanduk merah*
          kebetulan depan dia ada fany, karena kenormalan gue udah tertimpa ego yg besar, maka gue dorong tangan pemuda tersebut hingga menyentuh pantat fany, reflek fany marah dong lalu teriak dan meninju dengan hangat muka pemuda tersebut.. dengan keahlian yg gue pelajari selama di banten, guepun bertindak tuk menolong fany dengan berpura-pura menjadi pahlawannya, gue jambak poni si pemuda tersebut, gue cubit, gue pukul manja dadanya.. *eh sori jati diri gue agak keluar kayaknya* yah pokonya gue keren deh saat itu.. pemuda itupun turun dari metro karena ulah gue yg sangat ciamik untuk di tiru hemhem.. fanypun berterima kasih sama gue, gue sepik pengen tau namanya, nomor hapenya dan ukuran BRA-nya.. ehhh yg terakhir engga..
seiring berjalannya jam yg gue dapet dari hadiah lomba balap karung agustusan.. gue sempet pacaran sama dia.. tapi..
kenapa gue engga pernah tenang saat pacaran sama dia? gue selalu gelisah, mungkin karena gue dapetin dia dengan cara kriminal.. dia terlalu mengekang gue, gue sebagai cowo engga bisa di kekang, gue butuh kebebasan, gue butuh duit belom makan tiga hari pakk.. tolong pakk... *eh profesi ikut kebawa sorry..* gue terus mencoba buat ngomong sama dia, gue engga suka di kekang tapi hasilnya nihil..
            gue mencoba intropeksi diri gue, mungkin dia engga percaya sama gue, mungkin juga dia takut kehilangan gue. tapi engga gitu juga.. semua hubungan harusnya dilandasi rasa percaya agar hubungan itu berkembang dengan baik dan langgeng.. jika hubungan dilandasi dengan rasa curiga jadi kayak polisi pacaran sama maling.. gue capek, gue bingung harus gimana, lama-lama gue bosen juga ..
           gue mencoba mencari jalan keluar dari semua ini, seperti upil dalem hidung, walau kecil kalo engga di keluarin buat kita engga nyaman..
          gue sempet berfikir buat putusin dia.. ternyata kebosanan itu hal yg paling berbahaya dan bisa membunuh hubungan.. dan akhirnya fix gue udah engga tahan dan bosen kalo kemana-kemana dia terlalu berlebihan, karena gue jadi terlihat seperti anak TK di mata orang.. akhirnya guepun mutusin dia..
          satu hal yg gue dapet dari dia, "ternyata over protektifnya seseorang terkadang bukan buat kita nyaman atau merasakan rasa sayangnya, tapi bisa juga hal itu timbul karena adanya rasa tidak percaya dan terlalu ambisiusnya dengan apa yg dia inginkan.."
          merasakan hubungan yg tidak didasari rasa percaya akan timbul rasa curiga, akhirnya kita seperti terjerat jebakan tikus, terjepit dan sulit untuk bergerak bebas..